Ilmu Membaca Wajah Manusia

Edi Setiawan – Ahli Komunikasi Universal (A.K.U)  UnICoM

Ilmu membaca wajah merupakan rangkaian yang panjang yang sudah berumur ribuan tahun. Bangsa Babilonia sudah mempelajari ilmu membaca wajah ini sekitar 3000 tahun yang lalu. Bangsa Cina mempelajari ilmu membaca wajah ini sudah sejak 2000 tahun yang lalu yang ilmunya dinamakan Ming Xiang. Apa yang dipelajari oleh bangsa Cina ini cukup mendalam dan detail tentang wajah, mulai dari dahi, telinga, alis, mata, pipi, bentuk hidung, bentuk bibir, bentuk dagu, jarak mata, dan lain sebagainya. Meskipun dalam prakteknya menjadi agak kabur apakah benar-benar Ming Xiang ini ilmu membawa wajah, ataukah bersifat ramalan dengan memanfaatkan tanda-tanda yang ada di wajah.

Kemudian ilmu membaca wajah ini mulai dipelajari oleh orang-orang barat dengan nama Fisiognomi. Ilmu Fisiognomi ini cukup bertahan beberapa puluh tahun sampai kemudian ada seorang pengacara yang mencoba membaca karakter orang lewat bentuk kepala yang disebut ilmunya dengan istilah Phrenology. Sejarah ilmu membaca wajah terus berlanjut dengan dikembangkannya Phrenology menjadi ilmu Personologi. Dari pengamatan berhadapan dengan para pelaku criminal di Negara Amerika, terbaca pola bentuk dari kepala. Dimana diyakini bahwa bentuk dari kepala itu menunjukkan gambaran bagian otak mana yang sering digunakan dan kemudian dicoba untuk melihat apakah punya kesamaan bentuk kepala itu pada orang-orang pelaku kejahatan.

Tahun 1972, seorang peneliti dari Amerika bernama Robert. L. White Side melakukan penelitian terhadap 1006 orang dan ia menemukan ada 47 tanda yang bisa digunakan untuk membaca wajah seseorang. Robert L. White Side meneliti bahwa tanda-tanda wajah tidak terkait dengan suku, bangsa, agama seseorang yang artinya bahwa 47 tanda-tanda itu berlaku secara umum dengan validitas kebenarannya 80% lebih. Robert L. White Side membagi wajah menjadi beberapa daerah yaitu seputar mata, pipi, hidung, bibir dan bentuk kepala. Kemudian hasil penelitian Robert L.White Side ini dituangkan dalam buku berjudul ‘Face Language I” dan “Face Language II”.

Beberapa tahun yang lalu saya sempat di tawari untuk mengikuti training membaca wajah yang diadakan di kota Puna India, hanya sayang training tersebut berlangsung selama 1 semester. Waktu yang terlalu lama bagi saya untuk belajar membaca wajah. Sampai akhirnya saya menemukan Universal Communication (UnICoM) di Surabaya Indonesia yang memberikan Training ilmu Membaca Wajah cukup 3 hari dan selesai training dijamin bisa. Ilmu ini di UnICoM disebut FACIAL PSYCHOLOGY (terdaftar di HAKI). Apa yang dilatihkan di UnICoM mendasarkan pada penelitian yang dilakukan Robert L. White Side dengan koreksi dan pengembangan karakter yang cukup banyak. Ilmu Membaca wajah UnICoM ini sudah di Trainingkan sejak 2001 di seluruh Indonesia baik dilakukan di perusahaan-perusahaan swasta, instansi pemerintah maupun di latihkan di Institusi Pendidikan yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Go Top