Negative_Expression_Sheet_by_RaeyenIrael_Stock

MEMBACA EKSPRESI WAJAH

Edi Setiawan – Ahli Komunikasi Universal (A.K.U)  UnICoM

Membaca ekspresi wajah sebenarnya mudah, tetapi menjadi tidak mudah jika ekspresi seseorang tidak jelas, atau sengaja di kaburkan atau bahkan sengaja di manipulasi.

Ada 6 ekspresi wajah dasar dari manusia :

1. Ekspresi Wajah Sedih

Apabila mata cenderung berpandangan kosong melamun, tidak berbinar atau tidak tampak cerah, tidak terlalu fokus saat memandang ditambah dengan bibir yang cenderung ujungnya turun.

2. Ekspresi Wajah Gembira

Ekspresi wajah yang terlihat kulit di seputar mata tertarik ke atas, cenderung mata berbinar hidup ditambah dengan wajah tertarik ke atas termasuk ujung bibir naik ke atas.

3. Ekspresi Wajah Takut

Ekspresi wajah takut biasanya ketika mata agak membelalak atau kadang juga menutup, wajah keseluruhan seolah mengecil, alis tertarik ke atas, ditambah bahasa tubuh yang menjauh ke belakang

4. Ekspresi Wajah Jijik

Mata yang cenderung mengernyit menghindar, bibir yang juga mengernyit mengecil dengan bahasa tubuh yang agak menjauh/menutup.

5. Ekspresi Wajah Terkejut

Mata yang cenderung membelalak, alis terangkat, kadang juga mulut terbuka dengan bahasa tubuh yang juga menutup.

6. Ekpresi Wajah Heran

Mata yang cenderung terbuka, mulut kadang terbuka, tetapi bahasa tubuh cenderung terbuka

Enam ekspresi wajah dasar itulah yang biasanya ada di manusia dan ada baiknya mulailah untuk mengamati karena biasanya ekspresi di setiap orang bisa berbeda-beda tergantung dari kebiasaan atau perilaku orang tersebut.

Orang-orang yang tidak ekspresif akan cenderung mengeluarkan tanda-tanda ekspresi wajah yang minim yang kadang bisa juga tidak terbaca, sementara orang-orang yang ekspresif akan menampakkan ekspresi yang cenderungnya jelas.

Pada Training Membaca Ekspresi Wajah yang ada di UnICoM anda akan belajar membaca ekspresi wajah seseorang baik orang itu ekspresif maupun tidak dan bahkan meskipun orang itu memanipulasi ekspresi, tetap akan terbaca apabila kita mengikuti Training UnICoM tentang Membaca Ekspresi Wajah.

 


ilmu-membaca-wajah-manusia-MjAxNS0wMi0yNiAwNDoyNjoyMA==

Ilmu Membaca Wajah Manusia

Edi Setiawan – Ahli Komunikasi Universal (A.K.U)  UnICoM

Ilmu membaca wajah merupakan rangkaian yang panjang yang sudah berumur ribuan tahun. Bangsa Babilonia sudah mempelajari ilmu membaca wajah ini sekitar 3000 tahun yang lalu. Bangsa Cina mempelajari ilmu membaca wajah ini sudah sejak 2000 tahun yang lalu yang ilmunya dinamakan Ming Xiang. Apa yang dipelajari oleh bangsa Cina ini cukup mendalam dan detail tentang wajah, mulai dari dahi, telinga, alis, mata, pipi, bentuk hidung, bentuk bibir, bentuk dagu, jarak mata, dan lain sebagainya. Meskipun dalam prakteknya menjadi agak kabur apakah benar-benar Ming Xiang ini ilmu membawa wajah, ataukah bersifat ramalan dengan memanfaatkan tanda-tanda yang ada di wajah.

Kemudian ilmu membaca wajah ini mulai dipelajari oleh orang-orang barat dengan nama Fisiognomi. Ilmu Fisiognomi ini cukup bertahan beberapa puluh tahun sampai kemudian ada seorang pengacara yang mencoba membaca karakter orang lewat bentuk kepala yang disebut ilmunya dengan istilah Phrenology. Sejarah ilmu membaca wajah terus berlanjut dengan dikembangkannya Phrenology menjadi ilmu Personologi. Dari pengamatan berhadapan dengan para pelaku criminal di Negara Amerika, terbaca pola bentuk dari kepala. Dimana diyakini bahwa bentuk dari kepala itu menunjukkan gambaran bagian otak mana yang sering digunakan dan kemudian dicoba untuk melihat apakah punya kesamaan bentuk kepala itu pada orang-orang pelaku kejahatan.

Tahun 1972, seorang peneliti dari Amerika bernama Robert. L. White Side melakukan penelitian terhadap 1006 orang dan ia menemukan ada 47 tanda yang bisa digunakan untuk membaca wajah seseorang. Robert L. White Side meneliti bahwa tanda-tanda wajah tidak terkait dengan suku, bangsa, agama seseorang yang artinya bahwa 47 tanda-tanda itu berlaku secara umum dengan validitas kebenarannya 80% lebih. Robert L. White Side membagi wajah menjadi beberapa daerah yaitu seputar mata, pipi, hidung, bibir dan bentuk kepala. Kemudian hasil penelitian Robert L.White Side ini dituangkan dalam buku berjudul ‘Face Language I” dan “Face Language II”.

Beberapa tahun yang lalu saya sempat di tawari untuk mengikuti training membaca wajah yang diadakan di kota Puna India, hanya sayang training tersebut berlangsung selama 1 semester. Waktu yang terlalu lama bagi saya untuk belajar membaca wajah. Sampai akhirnya saya menemukan Universal Communication (UnICoM) di Surabaya Indonesia yang memberikan Training ilmu Membaca Wajah cukup 3 hari dan selesai training dijamin bisa. Ilmu ini di UnICoM disebut FACIAL PSYCHOLOGY (terdaftar di HAKI). Apa yang dilatihkan di UnICoM mendasarkan pada penelitian yang dilakukan Robert L. White Side dengan koreksi dan pengembangan karakter yang cukup banyak. Ilmu Membaca wajah UnICoM ini sudah di Trainingkan sejak 2001 di seluruh Indonesia baik dilakukan di perusahaan-perusahaan swasta, instansi pemerintah maupun di latihkan di Institusi Pendidikan yang membutuhkan.