KESEMPURNAAN MANUSIA

Oleh : Edi Setiawan

download

Mengamati manusia, seolah mengamati keajaiban yang tak berujung, kemukjizatan yang tak terperi. Betapa banyak dari diri manusia yang sampai sekarang masih merupakan misteri. Jaringan syaraf yang beribu-ribu, sel yang berjuta-juta, dan tenaga apa yang menggerakkan jantung manusia ? perilaku pikiran yang bermacam-macam, kekuatan  pikiran yang masih tersembunyi, rahasia bawah sadar yang tak pernah terbongkar semua, dan ruhani manusia yang tak pernah terukur, merupakan bagian dari rahasia-rahasia yang ada di dalam diri manusia.

Berpuluh faham tentang manusia muncul dipermukaan baik dalam lingkup akademik maupun yang non akademik. ”Dunia barat” yang diagung-agungkan sebagai kiblat keilmuan tak lagi mampu menjawab rahasia-rahasia di dalam diri manusia yang dalam tak berdasar ini. Yang katanya sumber segala sumber keilmuan, asal dari filsafat dunia, Yunani, tak lagi mampu mewadahi penjelasan tentang keajaiban manusia lagi. Tak berlebeihan kalau kita harus mulai menyadari, kiblat keilmuan dunia barat tak lagi menampakkan tuahnya.

Faham-faham besar keilmuan yang berbicara tentang manusia, yang direlease oleh dunia barat melalui psychology bisa dikelompokkan menjadi empat faham besar :

  1. Psychology Behaviourisme, faham tentang manusia yang menganggap manusia hanyalah makhluk dari jasmaniah saja, yang bersifat mekanistis. Melalui percobaan Pavlov pada anjing, dimana seekor anjing ketika diberi makan dibarengi dengan suara lonceng. Lonceng berbunyi, makanan anjing itu keluar, demikian seterusnya sampai satu waktu ketika tak ada makanan, hanya lonceng saja yang dibunyikan, si anjing sudah menjulurkan lidahnya sambil mengeluarkan air liur. Menunjukkan perilaku makhluk yang bersifat mekanistis.
  2. Psychology Kognitif, faham tentang manusia yang berfokus bahwa manusia itu adalah makhluk berpikir. Titik sentral manusia terletak pada fikirannya.Fikiran dari manusialah yang menjadi kontrol pengendali manusia. Maka berkembanglah keilmuan-keilmuan yang mendalami tentang perilaku fikiran manusia.
  3. Psychoanalysis, dikembangkan oleh seorang tokoh yaitu Sigmund Freud, yang mendalami tentang perilaku mental manusia.
  4. Psychohumanisme yang lebih melihat manusia dari sisi keunikannya, keberbedaannya.

Hal yang menarik untuk direnungkan adalah ketika istilah Psychology itu sendiri sebenarnya berasal dari kata Psycho yang berarti Jiwa dan Logy yang berarti ilmu,tetapi sepertinya tak satupun dari konsep manusia yang dimunculkan melalui jalur Psychology ini yang berbicara tentang jiwa manusia, tentang roh manusia.

Perspektif yang berbeda di dalam melihat manusia secara berbeda ini menimb ulkan ilmu yang berbeda, metoda pelatihan yang juga berbeda di era sekarang ini. Perhatikanlah disekitar kita, ada pembelajaran yang hanya lebih mementingkan pembelajaran secara fisik, jasmani saja yang dididik, jasmani saja yang dilatih. Muncullah training-training tentang bagaimana cara berjalan, bagaimana cara duduk, bagaimana cara bersikap, bagaimana cara memakai pakaian, dll, yang kesemuanya itu menggunakan perspektif melihat manusia dari faham behaviourisme. Adapula pembelajaran yang lebih mementingkan untuk olah pikir, untuk melatih pikiran dengan berbagai perilakunya, muncullah training-traning seperti creative thinking, blitz thinking, lateral thinking, dll yang menggunakan perspektif psychology kognitif. Ada juga pembelajaran tentang mental bawah sadar (subconciouss) seperti merubah mental melalui serangkaian metode, training emotional quotient, hypnosis, dan sebagian yang mengajarkan tentang spiritual quotient yang sebenarnya barulah memberikan pembelajaran atau pendidikan dalam tahap mental bawah sadar dan belum sampai pembelajaran dalam hal ruhaniyah.

Tetapi lepas setuju atau tidak setuju terhadap bagian apa yang dilatihkan oleh mereka di dalam proses pembelajaran pada manusia, tak ada satupun dari perspektif itu yang melihat manusia secara utuh, integrated dari berbagai sisinya.Sebab itulah, melalui perenungan yang lama, melalui pembelajaran yang tak henti-hentinya, melalui  pengalaman-pengalaman yang bisa ditempuh, muncullah konsep dasar yang berbeda yang melihat manusia benar-benar utuh dan melakukan pembelajaran/pendidikan yang menyeluruh melalui UnICoM Concept.

 

UnICoM Concept

Konsep manusia menurut UnICoM adalah manusia merupakan makhluk yang terintegrasi, menyeluruh, meliputi dan utuh yang terdiri dari 3 ’bagian’ pokok yaitu Jasmani, Akal Pikir dan Ruhani.

Untitled-2

Masing-masing dari diri manusia memiliki perilakunya sendiri-sendiri, memiliki kebutuhannya sendiri-sendiri yang semuanya terintegrasi, tak bisa dipisahkan hanya untuk kemudahan di dalam pembelajaran yang menyebabkan harus dijelaskan sendiri-sendiri agar lebih mudah dipahami. Dibagian tulisan setelah ini akan dijelaskan lebih detail tentang UnICoM Concept. Penggalian potensi manusia, dari 3 ’bagian’ ini, jasmani, akal pikir dan ruhani manusia inilah akan memunculkan potensi manusia yang ’tak terbatas’… The Unlimited Power,